Kontrasepsi baru untuk Pria… Print E-mail
kondomBuat mom’s yang punya masalah dengan alat kontrasepsi kali ini bisa bernafas semakin lega. Tugas untuk mengemban agar harus menggunakan alat kontrasepsi bisa dialihkan pada sang suami. Karena pemerintah sendiri mendukung hal ini dan berharap pada tahun 2009 pengguna kontrasepsi oleh pria semakin meningkat sampai 4,5 % dari 1,3% .

Memang sih, alat kontrasepsi pria masih sedikit variasinya. Yang dikenal secara familiar oleh masyarakat hanya vasektomi dan kondom.
Ternyata alat kontrasepsi pria itu sendiri  sekarang ada yang berbentuk suntikan. Penelitian ini sudah dilakukan selama lebih dari 5 tahun di Institut Riset ANZAC di Sydney  Australia. Dan alat kontrasepsi ini sendiri relatif tidak menimbulkan efek samping. Penelitian selama lima tahun itu dilakukan dengan menyuntikan hormon dan memasang implant sebagai kontrol kehamilan. Untuk itu, pria yang ingin ikut program keluarga berencana tidak perlu mengkonsumsi pil pencegah kehamilan setiap harinya.

Kontrasepsi bekerja dengan cara menghambat produksi sperma lewat penyuntikan-penyuntikan progestin setiap tiga bulan. Hormon itu juga akan mengurangi dorongan seks pria. Testoteron menjadi implant di bawah kulit pria, dengan begitu libido dapat dikendalikan.Sesudah periode 12 bulan, para peserta pria akan menghentikan pengobatan untuk memulihkan kesuburan.

Juru bicara dari Asosiasi Keluarga Berencana, Melissa Dear kepada CNN mengatakan hasil penelitian itu akan membuka jalan bagi penemuan lanjutan yakni kontrasepsi pria berbentuk tablet hormon.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kontrasepsi pria yang dilakukan dengan diinjeksi nyatanya dinilai 99 persen efektif. Ini merupakan langkah revolusioner di bidang pembatasan kelahiran.
Sedangkan di Indonesia para peneliti dari Unair sedang meneliti mengenai penggunaan ekstrak daun gandarusa (Gendarussa vulgaris Nees) sebagai materi untuk kontrasepsi pria. Peneliti  Unair ini  sudah meneliti pengaruh fraksi Polifenol dalam gendarusa terhadap penurunan aktivitas Hialuronidase pada spermatozoa mencit. Penurunan aktivitas Hialuronidase itu membuat sperma tidak bisa menembus sel telur. Wah, semoga penelitian mereka ini berhasil dengan baik ya Mom’s.

 




Foto Minggu Ini
senyum
manis kan senyumku
senyum

album : Aqil-Q