Mitos atau fakta: Jangan Belanja Perlengkapan Bayi Sebelum Nujuh Bulan? Print E-mail
Mitos atau FaktaBegitu banyak Mitos yang berkaitan dengan kehamilan yang masih menjadi tradisi dimasyarakat kita. Salah satunya adalah nujuh bulanan. Disaat nujuh bulanan tiba, rasanya adalah saat yang tepat untuk sang calon orang tua untuk membeli perlengkapan si calon bayi. Jika dilakukan sebelum itu “pamali “ katanya. Hanya mitos? Ternyata jika dicermati tidak selamanya mitos loh…
Menurut tradisi masyarakat kita, membeli perlengkapan bayi sebaiknya dilakukan setelah usia kehamilan 7 bulan (setelah nujuh bulanan).  Jika dilakukan sebelum itu, pamali, kata orangtua.  Hari gini apa masih relevan hal-hal yang berbau mitos begitu?.  Bila dicermati, hal itu tidak sepenuhnya mitos lho, karena dibalik “kepercayaan” tersebut ada penjelasan logisnya. 

Pertama, untuk menghindari bertambahnya tekanan/beban mental pada ibu.  Maksudnya, bila semua perlengkapan bayi sudah tersedia jauh-jauh hari lalu terjadi sesuatu yang buruk pada kehamilan (keguguran, misalnya), tentu si ibu akan merasa sangat tertekan.  Alasan yang kedua, nesting instinct seorang calon ibu mulai muncul pada trimester ketiga kehamilan, dan semakin berkembang seiring dengan due date (waktu kelahiran)yang semakin dekat. 

Itulah mengapa dengan semakin besarnya usia kehamilan, banyak calon ibu ingin selalu berbenah rumah, menyiapkan kamar maupun perlengkapan bayi.  Satu hal lagi yang mungkin bisa dijadikan alasan ketiga, berbelanja perlengkapan bayi bisa dianggap sebagai entertainment untuk calon ibu yang umumnya di trimester ketiga mulai merasa bosan atau jenuh. 

Sebagai informasi, “kepercayaan” ini tidak hanya ada dalam budaya kita lho!.  Pada masyarakat di belahan dunia bagian Barat sana, juga hidup “kepercayaan” seperti itu.  Mereka juga punya tradisi baby shower alias acara nujuh bulanan.  Biasanya, pada acara ini para tamu memberikan kado berupa perlengkapan bayi.

Tapi sebenarnya menyiapkan perlengkapan bayi dengan cara mencicil sejak awal juga ada manfaatnya, kok. Yang pertama, Anda lebih punya banyak waktu untuk memilih barang-barang.  Selain itu dengan menyicil, biaya yang anda keluarkan terasa lebih ‘ringan’.   Manfaat lainnya, jika misalnya bayi Anda lahir premature, semua atau paling tidak sebagian barang-barang yang diperlukannya telah tersedia.  Tapi, yang paling penting adalah bagaimana perasaan Anda dan suami untuk menyikapi hal ini.  Jika Anda dan suami merasa lebih nyaman untuk menyiapkan perlengkapan calon bayi dari jauh-jauh hari, ya go ahead.  Hal penting lainnya adalah baik Anda maupun suami harus percaya diri dan siap mental untuk menerima komentar atau kritik dari orangtua, anggota keluarga lainnya atau teman-teman.  

Satu hal yang harus Anda ingat jika memutuskan untuk berbelanja setelah nujuh bulanan, adalah jangan sampai kegiatan belanja ini menyebabkan Anda terlalu lelah sehingga membahayakan kondisi Anda dan janin.  Jika Anda punya keinginan untuk menyicil perlengkapan bayi, tapi dalam hati masih ragu untuk berbelanja, Anda bisa mulai dengan membuat daftar kebutuhan bayi, merancang tata letak kamar, memperkirakan besarnya anggaran yang diperlukan, atau melakukan survey kecil-kecilan ke berbagai toko perlengkapan bayi.  Dengan demikian ketika tiba waktunya untuk berbelanja Anda sudah punya semacam guideline-nya.  Selain lebih aman untuk dompet, Anda juga terhindar dari perilaku belanja yang membabi-buta.(EG: 16/10/05)
 




Foto Minggu Ini