Sex Anda Pasca Melahirkan Print E-mail
ibu artikel: sex pasca
Bukannya anda sudah tidak mencintai sang sigaran nyowo alias suami lagi, tapi rasanya energi di badan sudah terkuras dengan mengurus bayi, dan tiba-tiba bagi anda sex hanya sekedar kata yang terdiri dari 3 huruf. 

Padahal menurut dokter, setelah selesai masa nifas (40 hari setelah melahirkan) pun, anda sudah boleh berhubungan sex dengan suami.  Tetapi rupanya libido anda berkata lain.


Malam memang belum terlalu larut.  Baru juga pukul 8.30 malam.  Tapi anda sudah merasa kelelahan.  Dan satu-satunya hal yang anda inginkan saat ini adalah tidur dengan nyenyak sampai pagi.  Tapi bagaimana mungkin? Si 2 bulan anda pasti akan terbangun hampir tiap 2 jam sekali untuk minum ASI, belum lagi jika ia mengompol.  Ditambah masih ada satu masalah yang mengganjal pikiran dan hati anda, yaitu kehidupan sex anda yang sepertinya tidak “greng!” lagi.

Jangan Terlalu Memaksa
Jangan menyalahkan diri sendiri karena turunnya libido anda itu.  Nanti anda bisa bertambah stress!  Mengurus bayi saja sudah cukup stressful, jangan menambah beban pikiran anda dengan those sex things.  Kehidupan sex yang sehat memang penting dalam perkawinan.  Tapi kehidupan perkawinan kan tidak melulu diisi dengan sex. 
Sekarang ini saatnya anda mendengarkan tubuh anda.  Jika tubuh anda tidak menginginkan sex, ya jangan dipaksa karena jika anda memaksakan diri bisa merugikan kehidupan sex anda sendiri nantinya.  Bicarakan kondisi ini dengan suami untuk mencari jalan keluar yang terbaik bagi anda berdua.  Dengan komunikasi yang lancar, niscaya suami bisa mengerti.

Hormonlah Penyebabnya
Bisa dipahami jika anda merasa kecewa dengan “kondisi” anda saat ini.  Karena ketika sedang hamil saja, anda merasa kehidupan sex anda sangat baik.  Tetapi sekarang ini, tiba-tiba sex menjadi hal terakhir yang anda inginkan.  Pada umumnya, perempuan hamil memang mengalami peningkatan libido.  Mungkin inilah cara alam “mengkompensasi” kehidupan sex anda.
Hormonlah penyebab semua ini.  Peningkatan hormon estrogen dan progesteron selama hamil menyebabkan libido anda meningkat.  Setelah melahirkan, estrogen dan progesteron akan turun dengan tiba-tiba.  Pada saat yang bersamaan kadar hormon prolaktin, yaitu hormon yang sangat berperan dalam pembentukan ASI, meningkat dengan pesat.  Akibatnya, libido anda ikut menurun.  Turunnya libido ini ternyata juga menyebabkan kekeringan vagina karena tubuh anda tidak bisa memproduksi pelumas alami (natural lubricant).  Namun, masalah vaginal dryness ini bisa mudah diatasi dengan menggunakan pelumas buatan (lubricating gel) yang dapat anda beli di apotek

.Jangan Terlalu Menuntut Diri
Anda mungkin merasa “berdosa” kepada suami karena tidak bisa memenuhi kebutuhan biologisnya.  Anda mungkin juga malu dengan tubuh anda saat ini.  Bicarakan semua itu dengan suami anda.  Selain itu libatkan juga suami anda untuk mengurusi si kecil.  Walaupun mungkin sudah ada baby sitter yang siap membantu anda, jangan segan-segan meminta bantuan suami.  Toh, si kecil adalah buah hati anda berdua juga kan.  Siapa tahu dengan begitu ia akan lebih memahami kondisi anda, dan hubungan anda berdua sebagai suami istri jadi semakin dekat.
Jangan terlalu terganggu dengan keadaan rumah yang tidak serapi atau seteratur biasanya.  Dibandingkan dengan urusan rumah, untuk saat ini kebutuhan bayi anda jelas lebih penting.  Nikmatilah saat-saat anda mengurus si kecil.  Karena anda nyaris tidak tidur pada malam hari, cobalah untuk tidur ketika bayi anda tidur di pagi/siang hari.  Dan jangan sampai kesibukan mengurus si kecil membuat anda melewatkan waktu makan.  Mengurus bayi itu pekerjaan yang butuh banyak energi lho.  Kalau sering makan tidak teratur dan asal-asalan, bagaimana anda bisa mengembalikan energi tubuh lagi?!apalagi mengharapkan libido anda secepatnya kembali seperti semula.

Tidak Melulu Harus Sex
Keintiman tidak melulu diperoleh melalui sex, bukan?  Jika sex memang belum memungkinkan, untuk sementara bermesraan saja dulu.  Anda berdua bisa tiduran sambil berpelukan.  Atau misalnya hanya dengan berpegangan tangan, sentuhan lembut dan saling mengutarakan kata-kata mesra.  Bahkan, melihat suami yang dengan lapang hati membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga atau mau terjun langsung ikut mengurus si kecil, bisa menjadi aphrodisiac bagi kehidupan sex anda berdua.  Anggap saja masa-masa tanpa sex itu masa anda untuk me-recharge energi.  Daripada memikirkan kapan bisa having sex, lebih baik ciptakan romansa di hati anda dan suami dulu.  Berlakulah seperti ketika pacaran dulu.  Be patience! Dan ketika anda sudah siap lahir-batin untuk berhubungan intim lagi dengan suami, hm…rasanya seperti pengantin baru lagi.  Even better!! (EG)


Disarikan dari artikel “Getting Jiggy With It” oleh Elaine Davies dalam Mother & Baby Nov, 2004 dan sumber lain

 




Foto Minggu Ini
my beloved
aku & ayah kompak kaan
my beloved

album : BINTANG KU